SEKADAU,Kalbar.siberinews.com
Bhabinkamtibmas Desa Sungai Ringin, Bripka Joi Dananta Ginting, turun bersama warga melakukan gotong royong memperbaiki jembatan darurat di kawasan Longkam, Dusun Kapuas, Desa Sungai Ringin, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.30 WIB itu melibatkan Pemerintah Desa Sungai Ringin, para kepala dusun dan warga. Masyarakat membawa peralatan masing-masing untuk membantu memperbaiki jembatan yang sebelumnya rusak dan sebagian ambruk akibat abrasi Sungai Kapuas.
Bripka Joi ikut bekerja bersama warga sekaligus mengecek kondisi jembatan yang masih menjadi akses masyarakat. Kerusakan tersebut membuat kendaraan roda empat tidak dapat melintas, sedangkan pengendara roda dua harus lebih berhati-hati saat melewati lokasi.
Kepala Desa Sungai Ringin Sulisnan mengatakan perbaikan dilakukan dengan pengecoran pada bagian jembatan yang rusak. Menurutnya, perbaikan diperlukan agar akses warga, khususnya pengguna kendaraan roda dua, lebih aman.
“Hari ini kita melaksanakan pengecoran di jembatan Longkam yang kondisinya ambruk. Harapannya, pengendara roda dua dan masyarakat yang melewati jembatan ini bisa lebih aman,” kata Sulisnan.
Material berupa pasir dan semen untuk perbaikan tersebut berasal dari dukungan Pemerintah Desa Sungai Ringin dan sejumlah donatur. Warga kemudian bergotong royong mengerjakan perbaikan sekaligus membersihkan lingkungan sekitar jembatan.
Selain memperbaiki jembatan, kerja bakti juga membuat aliran selokan yang sebelumnya tersumbat kembali lancar. Pemerintah Desa Sungai Ringin berencana melanjutkan kerja bakti di Jalan Haji Adenan dengan melakukan penimbunan material batu agar akses tersebut dapat kembali dilalui kendaraan roda empat.
Bripka Joi mengapresiasi warga yang bersama-sama turun tangan memperbaiki jembatan. Menurutnya, semangat gotong royong tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga menunjukkan kepedulian warga terhadap lingkungan dan sesama.
“Kami mengajak masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong. Dengan kebersamaan, pekerjaan menjadi lebih ringan. Yang terpenting, akses dan fasilitas yang digunakan masyarakat dapat tetap aman dan terpelihara,” kata Bripka Joi.
Sopian koto






